Selasa, 30 Desember 2008

Dishub Buleleng Bobrok oleh Petugas Busuk!!


Rabu, 26/11 kemarin, saya menghadiri peluncuran buku seorang kawan di kampus Undiksha, Buleleng. Berangkat bersama kawan namun karena kawan saya itu langsung pulang ke Jembrana, saya balik ke Denpasar naik angkutan umum.

Seorang kawan mengantar sampai ke Terminal Sukasada. Pemandangan umumnya terminal di Bali pasca merajalelanya sepeda motor juga saya temui disana. Hanya belasan angkot jenis mikrobus tampak berbaris menunggu antrian di terminal keberangkatan. Ukurannya yang lumayan luas, membuat terminal itu tampak sangat sepi. Tidak seperti terminal-terminal di tahu 80-an dimana terminal identik dengan hiruk-pikuk manusia. Bahkan, tak satu pun pedagang keliling tampak di terminal itu.

Seorang laki-laki berkepala gundul mengenakan seragam Dinas Perhubungan (Dishub) mempersilahkan dan bahkan mengantarkan saya ke sebuah mikrobus tujuan Denpasar. Angkot yang berada di antrean terdepan tersebut sudah berisi 7 orang penumpang, yang jikalau berpatokan pada kapasitas angkut orang yang tertera pada uji kir di badan angkot artinya setengah dari kapasitanya sudah terisi. Sangat baik hati petugas Dinas Perhubungan itu, pikir saya dalam hati.

Namun kejanggalan mulai muncul tatkala petugas tersebut terlihat terlalu baik hati. Petugas itu membantu seorang penumpang mengangkat barang-barang bawaannya ke dalam angkot. Wah, ternyata petugas Dishub tersebut nyambi menjadi makelar penumpang.

Setelah hampir satu jam saya duduk di dalam angkot, calon penumpang ke-14 akhirnya datang. Seperti sebelumnya, petugas Dishub itu membantu membawakan barang-barangnya. Saat petugas itu memasuki angkot saya iseng bertanya, jam berapa angkot ini akan berangkat. Petugas itu mengatakan bahwa angkot akan berangkat setelah tempat duduknya penuh. Padahal tempat duduk sudah sangat penuh dan saya bersama penumpang-penumpang lainnya sudah sesak oleh barang-barang.

Kembali saya bertanya, memangnya berapa kapasitas angkot ini. Petugas itu mengatakan kapasitasnya empat belas. Lalu saya menunjuk daya angkut angkot itu yang tertera di badan kendaraan, daya angkutnya cuma 14 orang. Dengan polos ia menjawab, “Itu khan aturannya, kenyataannya tempat duduknya 17!” sambil ia memasang tiga buah kursi tambahan yang sangat tidak layak di lorong angkot. “Bapak tidak ditugaskan menegakkan aturan itu, Pak?” tanya saya. Ia menjawab, “Tidak ada atasan memerintahkan saya.”

Saya tidak memperpanjang pertanyaan saya lagi. Selanjutnya petugas itu datang lagi dan berkata, “Bapak-bapak dan Ibu-Ibu hari sudah sore tapi mobil ini belum penuh bagaimana kalau kita berangkat sekarang tapi ongkosnya jadi nambah 5 ribu untuk mengganti kursi yang kosong ini.” Kontan saja semua penumpang menolak dan protes terhadap petugas itu. Namun ia tak menanggapi bahkan berkata, “Ya sudah, malam kita berangkat!” Beberapa penumpang mulai kesal dan ada yang memprovokasi agar kami keluar saja.

Beberapa saat kemudian, petugas itu datang lagi dan memerintahkan agar kami membayar ongkos sebesar 20 ribu sebelum angkot berangkat. Beberapa penumpang protes karena biasanya ongkos dibayar setelah sampai di tujuan. Namun petugas itu bersikeras agar semua penumpang segera membayar.

Di depan kami semua tampak ia memberikan uang hasil pungutannya tersebut kepada laki-laki yang ternyata sopir angkot itu. Sebagian uang tersebut dimasukkan ke tas pinggangnya. Setelah hampir dua jam menunggu angkot berangkat dengan total 21 orang termasuk dua anak-anak, sopir dan kenek ditambah barang-barang. Perjalanan berliku nan terjal Singaraja-Denpasar kami lalui dengan sangat was-was.

Sebenarnya saya cukup maklum terhadap perilaku pengelola angkot kenapa angkot harus dipaksa melebihi kapasitas, mengingat harga BBM yang sangat tinggi. Yang sangat saya sayangkan adalah perilaku busuk petugas Dishub di terminal tersebut. Tidak akan terlalu dipermasalahkan jika perbuatan tersebut dilakukan oleh orang biasa dan tentunya masyarakat khususnya penumpang pasti sangat permisif. Namun di Terminal Sukasada, Singaraja, Buleleng-Bali, petugas Dishub yang semestinya menertibkan terminal untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan keselamatan para pengguna angkutan umum justru menjadi makelar penumpang dan ia mengambil keuntungan dengan menjejalkan penumpang ke dalam angkot yang telah melewati kapasitas.

Bercermin dari kasus ini kita dapat melihat betapa bobroknya kinerja Dishub. Tidak perlu heran jika banyak kecelakaan angkutan umum baik di darat, laut maupun di udara yang disebabkan oleh ketidakdisiplinan para penyelenggara layanan angkutan umum, dimana Dishub adalah pengawasnya. (dap)

16 komentar:

SILENT of TWILIGHT mengatakan...

aku ingin ini juga dibaca lalu DIKETAHUI oleh BUPATI BULELENG dan GUBERNUR BALI!

tapi aku yakin mereka juga sudah tahu sebenarnya, tetapi mereka para penguasa itu tak akan berbuat apa-apa karena mereka ternyata TAK BISA BERBUAT APA-APA juga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya agar tidak lagi mencari makan dengan jadi TERORIS macam oknum Dishub Buleleng itu!

wendra wijaya mengatakan...

Begitulah kalau pemerintah gagal meningkatkan kesejahteraan masyarakat... Mau gimana lagi?!

imsuryawan mengatakan...

seperti benang kusut. mau nyalahin siapa? petugas itu sendiri? test penerimaan CPNS (yang lebih buruk dari SPMB yang juga buruk)? atasannya oknum itu (yang juga diterima dari hasil tes CPNS yang buruk tadi)? hahaha... mileh2 dadine!

aku pikir mungkin salah satu solusi jangka panjang membenahi sisdiknas yang sekarang masih amburadul dap!

Dadap mengatakan...

saat saya meng-upload tulisan ini saya juga sudah kirim materi text posting ini ke bulelengkab.go.id... saya juga kirimkan link blog ini agar bisa melihat gambar dan tertunjuk hidung oknum pelakunya...

Wira mengatakan...

Hah! Sangat sangat setuju banget dengan Doel, mari kita benahi Sistem Pendidikan Nasional! Mari kita lihat UU 20/2003 tentang Sisdiknas, sudah cukupkah untuk membenahi pendidikan di Indonesia ini? Ataukah hanya oknum-oknum di dalam sistem yang mengakibatkan semuanya amburadul?

PenuhSesak mengatakan...

"itu kan hanya oknum"

pembelaan para pejabat yang berwenang. tapi melihat penyimpangan yang bersifat masiv, sepertinya sistemnya deh yang salah. sistem pendidikan, rekruitment, dab pengelolaan masih perlu diperbaiki.

langkah nyata yang bisa kita lakukan??

mari bersama buat perubahan.

Hapi mengatakan...

Hello there my friend! I found your blog very interesting so I have added your link in my Blogroll. I hope you'll link me back. Have a nice day! http://hapiblogging.blogspot.com/

pandebaik mengatakan...

yah, sebetulnya saya sih setuju saja, kalo 'itu hanyalah oknum'.
Karena toh gak semua orang yang ada dibawah atap Dishub punya mental begitu.... mohon untuk sedikit lebih bijak dalam melihat situasinya BLi. :) khawatir aja ada yang tak berkenan...
Sama halnya saat saya mengkritik satu wartawan media cetak.. yang emosi ya satu kantor media itu. He...

Dadap mengatakan...

jika ratusan petugas DISHUB akhirnya tidak berkenan maka saya berharap mereka memperbaiki institusinya karena sebagian dari mereka telah membuat ribuan masyarakat lebih tidak berkenan lagi...

Keyword mengatakan...

Submit your Blog to our Newest PR 3 Web Directory for Bloggers. Visit KeywordDir.info

Hapi mengatakan...

Happy Wednesday! Bloghoppin' here... Hey, I have an interesting tutorial for you that I have written myself. It is about adding Adsense on your Single Post in XML template. I hope you'll like it! God Bless you!

aryasantosa mengatakan...

mungkin ini juga yang menjadi alasan kenapa orang lebih suka beli dan pake sepeda motor/mobil pribadi kemana-mana. Atau ini terjadi justru karena itu? kapan ya, Indonesia/Bali bisa seperti Singapore dengan MRT-nya?

Ferry mengatakan...

belajar forex

forex

bisnis internet

internet marketing

belajar internet marketing

belajar internet marketing

internet marketing

bisnis internet

best forex robot

best forex robots

forex robots

forex robot

forex signal

forex signals

Ngatini mengatakan...

dishub pa preman ya...? ganti cita-cita ah kalo gt..

lina mengatakan...

waaah... emang kadang cuma bisa berdecak kagum menghadapi hal- hal seperti itu bang... heheheeheh...
www.linapw.wordpress.com

JaikOdebusan mengatakan...

waduh kk, jahat bener yah orang itu...
pasti perutnya isinya cacing pita semua...
ckckckkckckckkc
mending duit 20 ribunya beli buku
udah dapet ilmu
dapet manfaat juga...

hajar sajah...